Kembalinya Sang Tabib: Tiga Muridnya Semua Berkuasa The Divine Doctor Returns: My Three Disciples Rule the World
oleh Xnoval Originals · Perkotaan · 100 bab · seri tamat
Sepatu belepotan lumpur, baju lusuh, turun dari bus di terminal kabupaten. Warga langsung cekikikan — dikira cuma kakek kampung yang nyasar. Mereka nggak tahu siapa Qin Feng. Puluhan tahun dia habiskan di pegunungan, menekuni ilmu pengobatan yang sudah nyaris jadi legenda.
Mereka juga nggak tahu tiga muridnya dulu sekarang ada di puncak: satu di dunia medis, satu di dunia bisnis, satu lagi di lingkaran kekuasaan. Dan ketiganya masih manggil dia "Master".
Qin Feng sendiri cuma pengin tenang. Ngobatin warga desa, nggak mau diganggu siapa-siapa. Sayangnya, dunia punya rencana lain.
Kisah hangat dan penuh gaya tentang kembalinya sang guru — 100 bab, urban, bikin baca terus sampai lupa waktu. Edisi Mandarin; terjemahan Inggrisnya sedang dikerjakan.
秦风穿着沾泥的解放鞋从县城汽车站下车,旁人都笑这老头土气。没人知道他在山里行医几十年,医术近乎传说;更没人知道,他那三个徒弟如今一个比一个位高权重,还都恭恭敬敬喊他师父。神医归来,100 章完本。
Bab Chapter 1: Sepatu Berlumpur yang Lusuh Chapter 2: Pertolongan Darurat di Bus Malam Chapter 3: Tangan yang Menerima Foto Itu Gemetar Chapter 4: Gurumu Berutang Nyawa Padaku Chapter 5: Lampu di Dalam Lift Chapter 6: Satu Lampu di Ruang Tamu Chapter 7: Gu Yuan, Dewa Jarum Chapter 8: Tangan Gemetar di Anak Tangga Chapter 9: Sebenarnya, Siapa Namamu? Chapter 10: Turun Gunung Tanpa Alas Kaki Chapter 11: Kota Luoyun Sudah Menunggu Setahun Chapter 12: Dia Tak Pernah Bilang Takut Dingin Chapter 13: Kabut di Jembatan Wangchuan Chapter 14: Satu Jarum di Depan Semua Orang Chapter 15: Bunga Itu Sudah Memilih Pemiliknya Chapter 16: Langkah Kaki yang Naik Satu per Satu Chapter 17: Aku Lin Jianguo Chapter 18: Niannian Tak Tahu Dia Pengkhianat Chapter 19: Kita Pulang, Ayah Chapter 20: Sudah Dua Puluh Tahun Chapter 21: Orang yang Menjual Keberadaannya Chapter 22: Keluarga Wen Menutup Jalan Chapter 23: Jarum Penunjuk Jalan Chapter 24: Di Tubuhmu Juga Ada Satu Jarum Chapter 25: Foto Lama di Klinik Huichun Chapter 26: Siapa yang Menusukkan Jarum pada Anak Ini Chapter 27: Sampel Darahnya Cocok Chapter 28: Tersisa Enam Jam Chapter 29: Musuh Muncul Chapter 30: Wajahnya Mirip Sekali Denganku Chapter 31: Telegram Itu Bukan Sekadar Peringatan Chapter 32: Nenek Bilang Dia Sudah Mati Tujuh Tahun Lalu Chapter 33: Kau Anak Siapa? Chapter 34: Tujuh Tahun yang Tak Terucap Chapter 35: Begitu Fajar Menyingsing, Turun Gunung Chapter 36: Pengumuman Kematian Palsu Chapter 37: Kami Mencarimu Selama Dua Puluh Tahun Chapter 38: Tulisan Kecil di Balik Foto Chapter 39: Monitor Itu Kembali Hijau Chapter 40: Namaku Jiang Nian Chapter 41: Aku Turun Gunung untuk Menemuinya Chapter 42: Telepon Mainan Itu Jatuh ke Lantai Chapter 43: Tadi Kau Memanggilnya Apa? Chapter 44: Takut? Bagus. Chapter 45: Tiga Cun Tujuh Chapter 46: Suara Batuk dari Balik Pintu Chapter 47: Kakakku Sudah Mati Sepuluh Tahun Lalu Chapter 48: Rumah Sakit Pertama Jiangcheng Pukul Dua Dini Hari Chapter 49: Cuma Satu Orang yang Bisa Menanganinya Chapter 50: Orang yang Ditunggu Ayah Bukan Kau Chapter 51: 51. Nyawa Ini Kubayar Chapter 52: 52. Ada yang Mau Membunuh Ibu dan Anakku Chapter 53: 53. Mencarinya Selama Tiga Belas Tahun Chapter 54: 54. Ujung Jarum Berkilau seperti Bintang Dingin Chapter 55: 55. Aku Lewat Jalan Pegunungan Chapter 56: 56. Pria yang Membesarkan Anakku Chapter 57: 57. Di Mana Putriku? Chapter 58: 58. Siapa yang Memasang Segel Ini? Chapter 59: 59. Guru Turun Gunung Chapter 60: 60. Anak Demam di Dalam Bus Chapter 61: 61. Lampu Mobil Berkedip Tiga Kali Chapter 62: 62. Ada yang Melarangnya Mengakuinya Chapter 63: 63. Gadis dengan Lonceng Chapter 64: 64. Satu Jarum Memaku Lengan Chapter 65: 65. Lampu Mobil Menyusuri Salju Chapter 66: 66. Enam SUV Hitam Chapter 67: 67. Delapan Belas Tahun Chapter 68: 68. Bukan Cuma Satu Chapter 69: 69. Jarum Menggantung di Atas Dada Chapter 70: 70. Lonceng Milik Tujuh Chapter 71: 71. Siapa yang Menembak Malam Itu? Chapter 72: 72. Batuk di Ujung Gang Chapter 73: 73. Obatnya, Gandakan Chapter 74: 74. Ujung Jarum Berhenti Sejengkal Chapter 75: 75. Siang Hari, yang Diambil Masih Hidup Chapter 76: Sanatorium Jingyuan Chapter 77: Bel Pintu Tengah Malam Chapter 78: Tangan Tuan Delapan Gemetar Chapter 79: Turun Gunung, Cari Keluarga Chapter 80: Tiga Muridnya Chapter 81: Utang Nyawa Dua Puluh Tahun Chapter 82: Gerbang Merah Menyala Chapter 83: Seluruh Dunia Mencarinya Chapter 84: Jarum Emas Tiga Inci Chapter 85: Gerbang Sektenya Chapter 86: Jejak Kaki Ditelan Embun Chapter 87: Akhirnya Pakai Nama Asli Chapter 88: Jarum Disimpan untuk Selamanya Chapter 89: Setengah Keping Giok di Pesta Ulang Tahun Chapter 90: Aku Tak Mengakuimu Chapter 91: Kuantar Kau Menemuinya Chapter 92: Mereka Turun Gunung Chapter 93: Tabib Sakti Chen Jiu Muncul Chapter 94: Buka Paksa Pintu demi Ibumu Chapter 95: Jarum Tanpa Pertanda Chapter 96: Orang yang Berdiri Sejam Chapter 97: Mangkuk Obat Pecah Jadi Delapan Chapter 98: Besok, Kau Datang Chapter 99: Ibuku Gampang Dicari? Chapter 100: Satu Kata untuk Keadilan