Satu Busur Menahan Utara The Frontier Archer: One Longbow to Hold the North
oleh Xnoval Originals · Sejarah · 100 bab · seri tamat
Ling Chuan terbangun di tengah salju, dengan sebilah pisau menempel di lehernya. Belum sempat memahami keadaan, dia membunuh musuh pertamanya—hanya dengan gumpalan tanah beku dan pisau milik orang yang baru saja tewas itu. Usianya masih belasan tahun, tapi dia sudah terjebak di perbatasan paling berdarah milik kekaisaran. Modalnya cuma tangan yang gesit, sampai akhirnya sebuah busur panjang jatuh ke tangannya—dan sejak saat itu, busur itulah satu-satunya jawaban Ling Chuan terhadap dunia. Dari penyergapan di hamparan salju sampai pertahanan perbatasan utara, ikuti kisah perang 100 bab yang singkat, keras, dan bikin jantung berpacu—tentang seorang bocah yang nyaris ditelan perbatasan. Edisi bahasa Mandarin; terjemahan bahasa Inggris sedang berjalan.
凌川在雪地里醒来,刀已经贴上了脖子。他靠一块冻土和敌人的刀活了下来。此后一把长弓在手,从雪原伏杀到北疆守边,少年要在吃人的边关活成传说。100 章完本,边关热血。
Bab Chapter 1: Darah Pertama di Salju Chapter 2: Celah Batu Hitam Chapter 3: Tiga Ratus Penunggang Uji Kekuatan Chapter 4: Lapangan Latihan Sebelum Subuh Chapter 5: Gerbang Benteng Setengah Terbuka Chapter 6: Dua Parit Dalam Chapter 7: Rapat di Menara Panah Chapter 8: Berita Darurat dari Ibu Kota Chapter 9: Bendungan Es dan Tuoba Lie Chapter 10: Obor di Kaki Tebing Chapter 11: Empat Ratus Dua Puluh Tujuh Orang Chapter 12: Ruangan Penuh Peta Lama Chapter 13: Barisan di Kaki Panggung Chapter 14: Titah di Malam Bersalju Chapter 15: Sepuluh Ribu Penunggang Menggempur Perbatasan Chapter 16: Jalan Memutar di Punggung Utara Chapter 17: Raja Utara Tewas Chapter 18: Sidang Pagi di Aula Emas Chapter 19: Tanda Komando yang Disimpan Tiga Tahun Chapter 20: Tiga Ratus Rekrutan Baru Chapter 21: Penunggang di Dasar Sungai Kering Chapter 22: Lima Ratus Menghabisi Delapan Ribu Penunggang Chapter 23: Cara Shen Shi Melatih Chapter 24: Delapan Ratus Lawan Tiga Ribu Chapter 25: Tak Seorang pun Kembali Chapter 26: Tunggu Mereka Tertidur Chapter 27: Saat Pasukan Berkumpul Chapter 28: Lampu di Aula Samping Chapter 29: Malam di Arungan Naga Biru Chapter 30: Lapangan Latihan Berkabut Chapter 31: Tiga Tim Pengintai di Lembah Serigala Kering Chapter 32: Tujuh Orang Cukup Chapter 33: Hujan Panah dari Tembok Chapter 34: Dendam Lama di Tenda Komandan Chapter 35: Malam di Kota Angsa Kembali Chapter 36: Lencana Perunggu di Dada Chapter 37: Kata-kata Jenderal Tua Chapter 38: Lima Puluh Langkah di Balik Tembok Selatan Chapter 39: Utusan Kekaisaran Chapter 40: Panji Kuning Inspektur Chapter 41: Tinggal Tiga Panah Chapter 42: Busur di Sudut Chapter 43: Nyala yang Cuma Tiga Napas Chapter 44: Penunggang Tertelungkup Chapter 45: Derap Kuda Bagai Guntur Chapter 46: Hujan Panah Seratus Langkah Chapter 47: Es di Parit Kota Chapter 48: Bekal Tiga Hari Chapter 49: Sangkakala Bongkar Kemah Chapter 50: Api Unggun Pesta Kemenangan Chapter 51: Gerbang Terbuka Sebelum Fajar Chapter 52: Langit Cerah Setelah Salju Chapter 53: Naga Obor di Depan Mata Chapter 54: Besok Tembok Kita Perbaiki Chapter 55: Garis Hitam di Kaki Langit Chapter 56: Benda Hitam di Tangan Jenderal Chapter 57: Wajah Berdarah si Pengintai Chapter 58: Lilin di Tenda Panglima Chapter 59: Busur Panjang di Menara Utara Chapter 60: Musuh Mulai Panik Chapter 61: Semua Naik ke Tembok Chapter 62: Kamu Sebenarnya Siapa? Chapter 63: Anak Panah Patah di Gerbang Chapter 64: Takut Mati, Tetap Bertarung Chapter 65: Panji Hitam Berkibar Chapter 66: Awan di Gerbang Luar Chapter 67: Perintah Pasukan Utara Chapter 68: Empat Puluh Sembilan Lampu Bangau Perunggu Chapter 69: Mayat di Bawah Tembok Chapter 70: Tenda yang Asing Chapter 71: Sehabis Bertempur Semalam Chapter 72: Kacau di Atas Tembok Chapter 73: Penunggang Di Terpaku Chapter 74: Latihan Panah di Lapangan Chapter 75: Debu yang Menelan Matahari Chapter 76: 76. Beres-beres Chapter 77: 77. Badai di Gerbang Kamp Chapter 78: 78. Penggeledah Mayat Chapter 79: 79. Panji Pengawas Chapter 80: 80. Isak Tangis di Luar Tenda Chapter 81: 81. Obor di Dalam Tenda Chapter 82: 82. Ukiran di Busur Chapter 83: 83. Berlutut di Atas Salju Chapter 84: 84. Panji Kepala Serigala Chapter 85: 85. Tutup Lubang Chapter 86: 86. Pertahanan Ketujuh Chapter 87: 87. Tiga Puluh Anak Panah Chapter 88: 88. Aku Menang Lawan Beidi Chapter 89: 89. Jalan Sendiri Chapter 90: 90. Lapangan Latih Utara Chapter 91: 91. Sembilan Ratus Langkah Chapter 92: 92. Delapan Ratus Prajurit Chapter 93: 93. Busur A-Qi Tak Turun Chapter 94: 94. Tamat Chapter 95: 95. Adu Panah Lawan Aguda Chapter 96: 96. Sepuluh Ribu Pasukan Siaga Chapter 97: 97. Terlalu Lambat Chapter 98: 98. Cabut Panahnya Chapter 99: 99. Tiga Sinyal Asap Chapter 100: 100. Tungku di Rumah Tanah