Pulang dari Militer, Aku Buka Bengkel di Desa The Veteran's Repair Shop: Fixing Everything in the Village
oleh Xnoval Originals · Perkotaan · 100 bab · seri tamat
Li Weiguo pulang dari militer ke desa pegunungan yang miskin. Di pohon elm tua, dia menggantung papan kayu hangus bertuliskan 'Perbaikan & Tambal Ban'. Dari situ, dia mulai memperbaiki apa pun yang bisa berputar: traktor, sepeda, mesin jahit, sampai pelan-pelan memperbaiki nasib desa. Tanpa kekuatan super, tanpa sistem aneh—cuma tangan terlatih dari militer, kejujuran yang keras kepala, dan keajaiban kecil karena jadi satu orang yang selalu bisa diandalkan semua orang. Slice-of-life nostalgia 100 bab di tengah Tiongkok yang berubah. Edisi Mandarin; terjemahan Inggris sedang dikerjakan.
退伍兵李卫国回村,在老榆树上挂起「修车补胎」的木牌。拖拉机、自行车、缝纫机,能转的他都能拾掇——修着修着,把全村的日子也修顺了。没有金手指,只有部队练出的手艺和靠得住的人品。100 章完本,年代乡村日常。
Bab Chapter 1: Papan Nama di Bawah Pohon Elm Chapter 2: Timbangan Stasiun Pangan Kembali Akurat Chapter 3: Sketsa Poros di Tengah Malam Chapter 4: Cari Mantan Komandan di Kota Chapter 5: Revisi Gambar Teknik Tiga Kali Chapter 6: Bantalan Mesin Penggiling Terbakar Chapter 7: Cap Jempol Enam Puluh Warga Chapter 8: Ke Kabupaten Sebelum Subuh Chapter 9: Empat Kata di Papan Nama Chapter 10: Sembilan Hari, Untung Sembilan Puluh Satu Perak Chapter 11: Hari Kesepuluh, Antrean Mulai Mengular Chapter 12: Tabung Tujuh Ratus Enam Puluh Satu ke Bank Chapter 13: Mesin Diesel Hidup Lagi Chapter 14: Pinjam Alat Ukur Standar Chapter 15: Bengkel Zhao Tiezhu Chapter 16: Sewa Mesin Milling Tua Chapter 17: Setengah Traktor Kabupaten Kembali Jalan Chapter 18: Ada yang Sengaja Longgarkan Baut Chapter 19: Tulisan di Balik Kertas Chapter 20: Lima Puluh Mesin dalam Sebulan Chapter 21: Satu Traktor, Satu Sepeda Chapter 22: Mesin Pemanen Wang Dezhu Chapter 23: Piutang Lima Belas Perak Chapter 24: Utusan dari Kabupaten Chapter 25: Kontrak Kerja Sama Bengkel Chapter 26: 32 Mobil Antre Servis Chapter 27: Pak Meng dari Ujung Kota Chapter 28: Simpan Dulu Surat Ini Chapter 29: Besok Audit Datang Chapter 30: Tiga Buku Kas di Bawah Gubuk Chapter 31: Amplop di Atas Kain Minyak Chapter 32: Utusan dari Sanhetun Chapter 33: Kotak Besi Pabrik Red Star Chapter 34: Baut yang Diganti Sembarangan Chapter 35: Jejak Kaki Hilang di Tumpukan Kayu Chapter 36: Para Pejabat Dipanggil Chapter 37: Tiga Truk Jiefang Mogok Chapter 38: Bukan Cuma Mesin yang Diperbaiki Chapter 39: Laporan Sampai ke Kabupaten Chapter 40: Lima Hari Harus Jadi Chapter 41: Tiga Hari Beresin Orient Red Chapter 42: Karburator Komune Houshan Chapter 43: Namanya Dipanggil Duluan Chapter 44: Alat Giling Katup Rakitan Chapter 45: Cek Oli di Drum Chapter 46: 12 Traktor, Satu Bulan Chapter 47: Meja Bongkar Pasang Disetujui Chapter 48: Li Changgui Ngumpet di Gang Chapter 49: Diam! Chapter 50: Plang Nama yang Bergoyang Chapter 51: Dua Puluh Traktor Kelar Chapter 52: Tiga Puluh Jam Nggak Bakal Cukup Chapter 53: As Pedati Seratus Dua Puluh Chapter 54: Orang Lain yang Isap Rokok Ini Chapter 55: Kabel Massa yang Dipotong Chapter 56: As Utama Patah Chapter 57: Pintu Digedor Sebelum Subuh Chapter 58: Tungku yang Dibangun Tiga Hari Chapter 59: Tiga Hari Lagi, Ketahuan Chapter 60: Bara Tungku Nggak Pernah Mati Chapter 61: Kendaraan Roda Rantai Datang Lebih Cepat Chapter 62: Kabupaten Mau Rapat Penertiban Chapter 63: Tiga Hari, Mesin Ini Wajib Jadi Chapter 64: Poros Engkol Kakek Liu Chapter 65: Petugas Komune Datang Sendiri Chapter 66: Qian Gui Datang Sendiri Chapter 67: Uang Seratus Enam Puluh di Laci Chapter 68: Siapa yang Banting Drum Oli? Chapter 69: Jaga Malam Demi Dua Drum Oli Chapter 70: Surat Laporan dan Piston yang Digerinda Chapter 71: Bengkel Ini Aku yang Punya Kata Chapter 72: Besok Tiga Mesin Chapter 73: Bengkel di Dalam Bengkel Chapter 74: Dari Mana Kau Bisa Nabung Lima Ribu? Chapter 75: Mesin Datang Silih Berganti Chapter 76: Mobil ke-23 Kelar Chapter 77: Ganti Sol Sepatu Chapter 78: Empat Puluh Truk Reject Pabrik Chapter 79: Hari Keenam Belas Chapter 80: Tiga Puluh Tujuh Mobil, Tiga Tahun Chapter 81: Ditunjuk Jadi Bengkel Resmi Chapter 82: Kapten Zhou Baca Papan Nama Chapter 83: Orang Komune Minta Bicara Empat Mata Chapter 84: Truk Militer, Nggak Bisa Chapter 85: Piston Dipasang Lagi Chapter 86: Kepala Desa Mampir Chapter 87: Nomor Mesin Chapter 88: Lampu Pabrik Bintang Merah di Utara Chapter 89: Pak Zhou di Ujung Telepon Chapter 90: Papan Bintang Merah Baru Dicat Chapter 91: Lima Ratus Shockbreaker Chapter 92: Tiga Dongfanghong, Berani Terima? Chapter 93: Cek ke Prefektur Chapter 94: Mesin Gerinda Gigi Roda Chapter 95: Goresan di Belakang Gigi Roda Chapter 96: Perempuan di Ujung Gang Timur Chapter 97: Papan Kayu Tulisan Servis Chapter 98: Sun Baoku Datang Malam Chapter 99: Jumlah Gigi Salah Cetak Chapter 100: Bikin dengan Dua Puluh Empat Gigi